//
you're reading...
Uncategorized

Pasar Senin Legi (Agustus 2015)

Pasar Salam

Pasar Salam

Hari ini hari yang sangat kami nantikan. Seluruh anak SD & SMP SALAM berkegiatan bersama. Anak-anak TA, KB dan orang tua murid juga terlibat. Setiap hari Senin legi seperti hari ini, kami mengadakan kegiatan pasaran, Pasar Senin Legi namanya. Dalam kegiatan pasaran ini, ada macam-macam peran yang bisa dipilih. Ada yang menjadi penjual, ada yang menjadi pembeli dan ada yang menjadi petugas. Kalau kamu menjadi penjual maka kamu harus menyiapkan barang daganganmu dari rumah, diusahakan itu karya sendiri. Karya dapat berupa makanan maupun kerajinan tanganmu. Itu tergantung tema yang disepakati. Petugas ada macam-macam, ada petugas bank, petugas kebersihan, keamanan dan juga dokumentasi. Untuk menjadi penjual, pembeli ataupun petugas kamu dapat mendaftar dulu. Biasanya panitia menyiapkan poster atau papan untuk mendaftar nama peserta.

Pendaftaran Peserta Pasar

Pendaftaran Peserta Pasar

Hasil Karya Siswa yang dijual di Pasar Salam

Hasil Karya Siswa yang dijual di Pasar Salam

Wah, peserta sudah terdaftar semua… saatnya Pasar Senin Legi dimulai.

Oh iya… pasar kali ini berbeda dengan sebelumnya. Kali ini banyak peserta baru yang ikut karena ini pasar pertama di tahun ajaran baru 2015-2016. Banyak teman-teman yang baru bergabung di kelas 1 maupun kelas yang lain. Yang lebih istimewa lagi, ada teman dari Jepang yang bergabung bersama kami. Namanya Luna, orang tuanya dari Indonesia sih, tapi lama tinggal di Jepang. Luna satu hari saja bergabung bersama kami. Nah, Luna ini mengajak Bu Dina dan Bu Yoko untuk berbagi cerita di acara Pasar Senin Legi. Bu Dina adalah mamanya Luna, sedangkan Bu Yoko seorang peneliti Jepang. Bu Yoko dan Bu Dina pada kesempatan ini memeriahkan pembukaan Pasar Senin Legi dengan cerita “Smong”. Kata Bu Yoko, smong artinya tsunami. Smong diceritakan turun-temurun di Simeulue. Berkat cerita smong ini korban tsunami di daerah itu sedikit. Bu Dina membacakan cerita bersama Bu Yoko. Kami antusias mendegarnya. Pembukaan Pasar Senin Legi ini jadi asyik. Setelah membaca cerita, Ibu Yoko mengajak kami berdiskusi bagaimana kalau terjadi gempa dan tsunami, apa yang akan dilakukan. Setelah selesai diskusi pasar dibuka oleh Lurah Pasar. Yang menjadi Lurah Pasar adalah mas Agung, salah satu fasilitator SMP.

Bu Yoko dan Bu Dina bercerita tentang Smong

Bu Yoko dan Bu Dina bercerita tentang Smong

Para petugas segera menempatkan diri. Kami pun bergegas mempersiapkan diri sesuai peran kami masing-masing. Petugas bank sudah siap, Pak Lurah mengumumkan peserta pasar sudah bisa bertransaksi di bank. Wuiiiih…. para penjual, pembeli, fasilitator, maupun orang tua murid yang ikut segera mengambil nomor antrian di bank dan melakukan transaksi pengambilan modal atau tabungan. Bank pasar salam tak kalah serunya dengan bank BRI, BNI atau bank lain. Petugas bank dibantu oleh petugas kemanan untuk menjaga ketertiban antrean peserta.

Suasana Bank Pasar Salam

Suasana Bank Pasar Salam

Setelah transaksi di bank selesai kami baru memulai transaksi jual beli. Untuk sementara bank tutup, supaya petugasnya juga bisa ikut melakukan transaksi di pasar. Wah ramai sekali pasarnya….

Penjual menunggu pembeli

Penjual menunggu pembeli

Transaksi Pasar

Transaksi Pasar

Tampak bermacam-macam dagangan yang dijajakan di lapak-lapak penjual. Ada aneka kerajinan tangan dan juga aneka makanan. Nah, soal makanan kami bersepakat bahwa makanan yang dijual adalah makanan sehat dan sebisa mungkin tidak menggunakan kemasan plastik. Kalau kamu berani menggunakan kemasan plastik maka akan dikenakan biaya tambahan oleh petugas kebersihan.

Berfoto bersama seusai mendengar cerita Smong

Berfoto bersama seusai mendengar cerita Smong

Pasaran menyenangkan bagi kami, aneka ekpresi muncul di sini. Orang yang cenderung irit, malas, rajin, kreatif maupun kecenderungan lain akan tampak dalam transaksi di pasaran ini. Cukup natural. Pasar ini dapat menjadi media bagi fasilitator untuk mengamati kecenderungan anak dan mencatatnya. Catatan itu berguna untuk mengelola proses-proses belajar selanjutnya. Ini ceritaku.

Yudhistira Aridayan

About salamjogja

Sanggar Anak Alam Nitiprayan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ID Sanggar Anak Alam adalah sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang pendidikan. Didirikan pertama kali tahun 1988 di desa Lawen, Banjarnegara. Kemudian tahun 2000, Salam memulai aktivitasnya di Kampung Nitiprayan, Kasihan, Bantul, sebuah kampung yang terletak diperbatasan antara Kodya Yogyakarta dan Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. SALAM melakukan desain ulang untuk menyesuaikan dengan kondisi di Kampung Nitiprayan. Dibantu oleh beberapa relawan, SALAM mengadakan pendampingan belajar bagi anak usia sekolah, yang kemudian dikembangkan menjadi beberapa aktivitas lain yaitu: 1. Program Lingkungan Hidup: kompos, beternak, daur ulang kertas, dan briket arang. 2. Kegiatan Seni dan Budaya berupa kegiatan teater, musik dan tari. 3. Perpustakaan anak 4. Jurnalistik Anak melalui media Halo Ngestiharjo dan Bulletin SALAM. 5. Pendidikan anak usia dini melalui penyelenggaraan Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: