//
you're reading...
Kegiatan Belajar, Seni & Budaya

Pesta Panen “Wiwit”, bersama Masyarakat Tani Nitiprayan

PERS RELEASE

‘MERAWAT TRADISI, MENJAGA JATI DIRI’
wiwit 1r

wiwit2r

wiwit3r

wiwit4r
Wiwit adalah sebuah tradisi yang hidup dalam akar budaya masyarakat Jawa, sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang telah tiba, dengan ritual mboyong Dewi Sri sebagai simbolisasi dewi padi, Dewi kesuburan. Melalui ubarampe yang terdiri dari berbagai jenis tumbuhan dan jajanan pasar. Filosofi tradisi Wiwit, secara batiniah adalah menjaga hubungan manusia dengan Yang Maha Kuasa, Sang Pemberi Kehidupan melalui kekayaan alam yang melimpah yang semestinya diolah dengan tata kelola yang benar. Sementara secara lahiriah Wiwit diartikan sebagai penjaga ketahanan pangan, melalui budidaya petani dalam mengolah lahan pertaniannya. Karena sejatinya Wiwit adalah mengambil padi yang sudah tua, untuk disimpan dan kelak digunakan sebagai benih di masa tanam yang akan datang.
Sebagai tradisi yang hidup di tengah masyarakat agraris Jawa, Wiwit merupakan kearifan lokal yang memiliki nilai-nilai luhur budaya bangsa karena memiliki ajaran tentang keseimbangan hidup antar manusia dengan manusia, serta manusia dengan alam. Sehingga terciptalah harmonisasi kehidupan. Sayang tradisi yang mulia itu tergerus oleh modernitas alam, dan tergusurnya lahan pertanian.
Dalam hal ini, Perkumpulan Sanggar Anak Alam Nitiprayan, Ngestiharjo Bantul bekerja sama dengan Pos Penyuluhan Desa ‘Ngesti Makmur’, Ngestiharjo Kasihan Bantul mencoba menghidupkan kembali tradisi Wiwit tersebut dengan mengadakan ‘Pesta Panen Wiwit’ yang akan diadakan pada hari Rabu, 18 Maret 2015 pukul 09.00 -11.00 dan dilanjutkan dengan Bazaar, Pasar Pangan dan Pertanian serta pentas Expressi. Sementara pada hari Selasa, tanggal 17 Maret 2015 pukul 15.00 – 17.30, diadakan ‘Sarasehan Budaya’ dengan tema ‘Menggali Filosofi Dan Relevansi Tradisi Wiwit’ dengan pembicara Bapak Haryanto dari komunitas Kyai Kanjeng yang akan mengupas Tradisi Wiwit dari sudut pandang agama, serta Bapak Parjoyo dari PPPG Kesenian yang akan mengupas tradisi Wiwit dari sudut pandang Budaya. Pesta Panen Wiwit dengan mengusung tema ‘Merawat Tradisi, Menjaga Jati Diri’ yang akan dihadiri oleh Kepala Dinas Badan Ketahanan Pangan Propinsi DIY dan Wiwit pertama akan dilakukan oleh Ibu Hj. Sri Surya Widati selaku bupati Bantul ini, diselenggarakan di area pesawahan Sanggar Anak Alam (SALAM) Nitiprayan, Ngestiharjo Bantul dan terbuka untuk umum. Contact person No. 081 3285 34936 (Ibu Sri Wahyaningsih) dan 0856 431 52982 (Ibu mg Widhy Pratiwi)

About salamjogja

Sanggar Anak Alam Nitiprayan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ID Sanggar Anak Alam adalah sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang pendidikan. Didirikan pertama kali tahun 1988 di desa Lawen, Banjarnegara. Kemudian tahun 2000, Salam memulai aktivitasnya di Kampung Nitiprayan, Kasihan, Bantul, sebuah kampung yang terletak diperbatasan antara Kodya Yogyakarta dan Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. SALAM melakukan desain ulang untuk menyesuaikan dengan kondisi di Kampung Nitiprayan. Dibantu oleh beberapa relawan, SALAM mengadakan pendampingan belajar bagi anak usia sekolah, yang kemudian dikembangkan menjadi beberapa aktivitas lain yaitu: 1. Program Lingkungan Hidup: kompos, beternak, daur ulang kertas, dan briket arang. 2. Kegiatan Seni dan Budaya berupa kegiatan teater, musik dan tari. 3. Perpustakaan anak 4. Jurnalistik Anak melalui media Halo Ngestiharjo dan Bulletin SALAM. 5. Pendidikan anak usia dini melalui penyelenggaraan Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak.

Diskusi

One thought on “Pesta Panen “Wiwit”, bersama Masyarakat Tani Nitiprayan

  1. Menjaga tradisi…. menarik…🙂

    Posted by Ari D | Maret 14, 2015, 7:47 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: