//
you're reading...
Arsip Media

HINDARI KETERGANTUNGAN PADA PABRIK ; Pertanian Organik Perlu Dikembangkan HINDARI KETERGANTUNGAN PADA PABRIK ; Pertanian Organik Perlu Dikembangkan (Harian Kedaulatan Rakyat,14/08/2008)

HINDARI KETERGANTUNGAN PADA PABRIK ; Pertanian Organik Perlu Dikembangkan
14/08/2008 08:27:37 BANTUL (KR) – Ketergantungan petani terhadap pupuk dan benih buatan pabrik sangat tinggi. Ini menjadikan ongkos produksi pertanian membengkak, sementara di sisi lain petani tidak mampu menentukan hasil poduksinya. Nasib petani pun dari waktu ke waktu kian memprihatinkan. Untuk itu, diperlukan alternatif yakni dengan pertanian organik atau pertanian berkelanjutan. Dengan sistem ini diharapkan petani mampu menyediakan  pupuk dan benih sendiri.
Demikian disampaikan Pimpinan Sanggar Anak Alam (Salam) Sri Wahyaningsih kepada KR di sela pelatihan organik di Nitiprayan Ngestiharjo Kasihan Bantul, Sabtu (9/8). Pelatihan berlangsung Jumat-Minggu (8-10/8), diikuti kelompok masyarakat yang terdiri dari komunitas pengamen, pemulung dan kelompok tani dari 12 dusun di Ngestiharjo. Mereka dilatih cara bercocok tanam organik mulai dari pemupukan, pembuatan pupuk, pestisida dll.
“Pertanian berkelanjutan ini memanfaatkan sesuatu yang tidak bermanfaat. Seperti sampah yang tersedia dalam jumlah melimpah dapat diolah menjadi pupuk dan pestisida sehingga bisa menekan biaya operasional. Selain itu juga dapat memperbaiki lingkungan. Dengan mengolah tanah secara benar, kesuburan tanah akan terjaga,” katanya sembari menambahkan, produk pertanian organik saat ini juga mulai banyak diminati karena lebih menyehatkan.
Diakui, untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan memang tidak mudah. Apalagi petani sekarang sudah sangat tergantung pada pupuk kimia. “Pupuk kimia dinilai praktis, tinggal beli. Banyak petani yang tidak mau repot membuat pupuk sendiri,” ungkapnya. Selain itu untuk memulai pertanian organik, kondisi tanah juga harus disehatkan terlebih dahulu.         (R-4)-a

http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=174264&actmenu=36

About salamjogja

Sanggar Anak Alam Nitiprayan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ID Sanggar Anak Alam adalah sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang pendidikan. Didirikan pertama kali tahun 1988 di desa Lawen, Banjarnegara. Kemudian tahun 2000, Salam memulai aktivitasnya di Kampung Nitiprayan, Kasihan, Bantul, sebuah kampung yang terletak diperbatasan antara Kodya Yogyakarta dan Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. SALAM melakukan desain ulang untuk menyesuaikan dengan kondisi di Kampung Nitiprayan. Dibantu oleh beberapa relawan, SALAM mengadakan pendampingan belajar bagi anak usia sekolah, yang kemudian dikembangkan menjadi beberapa aktivitas lain yaitu: 1. Program Lingkungan Hidup: kompos, beternak, daur ulang kertas, dan briket arang. 2. Kegiatan Seni dan Budaya berupa kegiatan teater, musik dan tari. 3. Perpustakaan anak 4. Jurnalistik Anak melalui media Halo Ngestiharjo dan Bulletin SALAM. 5. Pendidikan anak usia dini melalui penyelenggaraan Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: