//
you're reading...
Seni & Budaya

Sego Wiwit

Tradisi “Wiwit Panen”, hingga kini masih dipertahankan oleh petani di kampung Nitiprayan, Yogyakarta. Setiap menjelang panen, sebagai sebuah ungkapan rasa syukur, petani membuat sesaji dan hidangan khas berupa “sego wiwit“. Sego wiwit (nasi wiwit) ini biasanya terdiri dari nasi, gudangan (urap), sepotong ikan asin atau terasi yang dibakar, telur rebus (yang diiris kecil-kecil), kadang ada juga yang menambahkan kedelai goreng yang sudah dihaluskan. Setelah didoakan, dan sesaji disiapkan disawah, kemudian sego wiwit dibagi-bagikan untuk disantap. (240707@nitiprayan)

About salamjogja

Sanggar Anak Alam Nitiprayan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ID Sanggar Anak Alam adalah sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang pendidikan. Didirikan pertama kali tahun 1988 di desa Lawen, Banjarnegara. Kemudian tahun 2000, Salam memulai aktivitasnya di Kampung Nitiprayan, Kasihan, Bantul, sebuah kampung yang terletak diperbatasan antara Kodya Yogyakarta dan Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. SALAM melakukan desain ulang untuk menyesuaikan dengan kondisi di Kampung Nitiprayan. Dibantu oleh beberapa relawan, SALAM mengadakan pendampingan belajar bagi anak usia sekolah, yang kemudian dikembangkan menjadi beberapa aktivitas lain yaitu: 1. Program Lingkungan Hidup: kompos, beternak, daur ulang kertas, dan briket arang. 2. Kegiatan Seni dan Budaya berupa kegiatan teater, musik dan tari. 3. Perpustakaan anak 4. Jurnalistik Anak melalui media Halo Ngestiharjo dan Bulletin SALAM. 5. Pendidikan anak usia dini melalui penyelenggaraan Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak.

Diskusi

2 thoughts on “Sego Wiwit

  1. saya sangat tertarik dengan kegiatan wiwit,karena saat ini saya sedang menyelesaikan tugas akhir ttg Budaya khususnya upacara wiwit. saya pernah mencoba mencari acara tersebut di daerah nitiprayan tepatnya di t4 Ibu Nyoman. tapi pada tahun tersebut (2007) daerah tsb (nitiprayan tidak melakasnakan upacara tersebut. saya mohon bantuannya untuk mengetahui lebih lanjut tentang upacara tersebut. saya sdh keliling2 dan akhirnya qtm di daerah Kembangan Godean. daerah tsb trnyt jjg msh bnyk yg melaksankan. saya mohon informasi ttg upacra wiwit, dan semua bentuk sesaji2 dan mkna2. mtrnwn

    Posted by ajeng fitri saraswati | Mei 14, 2008, 9:43 am
  2. halo saraswati,
    coba buka ada artikel dalam bahasa jawa di bagian arsip media tentang
    SALAM. artikel tersebut adalah rekaman majalah Jaya Baya tentang
    upacara wiiwt yang kami lakukan tahun 2006.
    kalau mau merekam secara langsung ritual wiwit, bisa datang ke
    nitirayan kurang lebih 3 bulan lagi, menjelang panen. secara perseorangan
    petani masih melakukan ritual itu hingga saat ini. kami juga melakukannya
    3 minggu yang lalu ketika panen.
    mungkin yang dimaksud dengan tidak melakukan lagi sejak 2007 adalah
    wiwit yang acaranya dibuat rame banget? kalau yang dimaksud itu, ya
    barangkali masih akan menunggu lebih lama lagi, karena acara yang besar kan
    berarti butuh biaya besar…hehehehe…
    karena selama ini petani disekitar kami secara perseorangan selalu
    melakukan ritual itu.
    ok, kalau ingin tahu lebih jauh tentang upacara wiwit, anda bisa
    datang ke nitiprayan, cari saja sanggar anak alam (SALAM) atau rumah bu
    wahya, nanti kami bantu untuk menemui siapa saja yang bisa menjelaskan
    tentang wiwit.
    terimakasih,

    YB. Anggono
    Sanggar Anak Alam

    Posted by salamjogja | Mei 19, 2008, 8:32 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: